Menuju 2028

Menuju 2028, Korsel Pasang Target Tinggi Sektor Pariwisata

Menuju 2028, Industri Pariwisata Korea Selatan Kembali Mencuri Perhatian Dunia Setelah Pemerintahnya Dan Lembaga Pariwisata nasional menetapkan target ambisius untuk menyambut 30 juta wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahunnya pada tahun 2028. Target ini dipercepat dua tahun dari rencana awal yang semula ditetapkan pada 2030, menunjukkan tekad kuat Seoul untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar baru dalam pertumbuhan ekonomi negaranya.

Menuju 2028 Mengapa 30 Juta Wisman?

Target 30 juta pengunjung bukan angka sembarangan. Angka tersebut mencerminkan ambisi Korea untuk bersaing dengan negara-negara tetangganya di Asia Timur, termasuk Jepang dan China, yang selama ini menjadi magnet wisata global. Data menunjukkan bahwa Korea pada tahun lalu sudah berhasil mencatat kunjungan sekitar 18,9 juta wisatawan asing — meningkat signifikan di bandingkan tahun sebelumnya — namun masih jauh di bawah angka yang di capai Jepang dalam hal kunjungan internasional.

Dengan mempercepat target dua tahun lebih awal, Seoul berharap dapat memanfaatkan momentum ‘K-Wave’ atau gelombang budaya Korea yang mendunia, termasuk musik K-pop, film, wisata kuliner, dan drama, sebagai kekuatan pendorong utama kedatangan wisatawan.

Strategi Utama Pemerintah

Untuk mencapai target ambisius ini, pemerintah Korea telah merancang strategi yang komprehensif dan mencakup berbagai aspek:

  1. Penerapan Teknologi Canggih

Salah satu pilar utama strategi adalah pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), untuk memperkaya pengalaman wisatawan. KTO berencana mengintegrasikan puluhan platform informasi wisata ke satu sistem terpusat bernama “Visit Korea” yang di lengkapi dengan layanan chatbot AI berbahasa multi-bahasa untuk membantu wisatawan dari tahap perencanaan hingga perjalanan.

AI juga akan di manfaatkan untuk menganalisis tren wisatawan dan memberikan rekomendasi personalisasi — sebuah pendekatan yang di harapkan mampu memperpanjang durasi kunjungan dan meningkatkan konsumsi wisatawan selama di Korea.

2. Memperluas Pasar dan Diversifikasi Produk Wisata

Pemerintah Korea tidak hanya mengandalkan jumlah pengunjung semata, tetapi juga kualitas pengalaman mereka. Strategi ini meliputi pengembangan produk wisata bertema seperti wisata kecantikan, wellness, konferensi internasional. Dan paket wisata premium yang menargetkan segmen pasar dengan daya beli tinggi. Selain itu, KTO juga menargetkan pasar baru di wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa. Dan Amerika dengan kampanye pemasaran global yang lebih agresif dan terintegrasi.

  1. Pengembangan Pariwisata Regional

Selama ini, kunjungan wisatawan di Korea cenderung terpusat di ibu kota Seoul dan beberapa kota besar lainnya. Untuk itu, pemerintah berupaya mengembangkan destinasi wisata di daerah lain agar kunjungan tersebar secara lebih merata. Sebuah langkah penting untuk mengurangi tekanan terhadap kota besar dan memberi manfaat ekonomi bagi wilayah yang kurang di kenal.

  1. Kolaborasi Global

KTO akan mendorong kolaborasi strategis dengan maskapai penerbangan internasional, agen perjalanan global. Dan jaringan hotel besar untuk meningkatkan akses dan kenyamanan wisatawan yang datang ke Korea. Kerja sama ini mencakup promosi bersama yang menyasar pasar utama dari negara. Seperti Jepang, China, Amerika Serikat, dan Eropa.

Tantangan di Depan

Walaupun strateginya ambisius, realisasi target tersebut menghadapi sejumlah tantangan. Untuk mencapai 30 juta wisatawan pada 2028, Korea membutuhkan rata-rata pertumbuhan kunjungan lebih dari 16 persen per tahun dari angka 18,9 juta kunjungan saat ini. Ini bukan angka kecil mengingat kompetisi global di sektor pariwisata sangat ketat. Dan pergerakan wisatawan sangat di pengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan geopolitik.

Potensi Besar di Masa Depan

Namun demikian, Korea memiliki banyak keunggulan strategis. Dari popularitas budaya pop hingga fasilitas transportasi modern dan layanan infrastruktur yang efisien. Negara ini mampu menawarkan pengalaman wisata yang unik dan beragam. Pertumbuhan kunjungan wisatawan di tahun-tahun terakhir menunjukkan tren positif, yang jika di kelola secara tepat. Bisa mendorong Korea menjadi salah satu tujuan wisata internasional utama di Asia.